Strategi Apple yang Jarang Post Konten Promosi di Media Sosial!

Strategi Apple yang Jarang Post Konten Promosi di Media Sosial!

Isi feed Instagram cuma foto orang lain doang, sebenarnya apa sih, yang Apple promosikan dari hasil foto tanpa produk?

iPhone menjadi salah satu brand yang memiliki reputasi tinggi karena resolusi yang bagus dari hasil foto yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Alih-alih membuat strategi konten yang belum tentu orang lihat, Apple justru secara aktif meminta para user-nya untuk mengambil dan membagikan hasil foto mereka di media sosial. 

Di tahun 2015, campaign “Short in iPhone 6” membuat Apple memenangkan sejumlah award bergengsi dan ternama di Cannes Lions. Dari campaign ini juga, Apple menunjukkan ke calon konsumen tentang benefit dari penggunaan iPhone 6 lewat hasil foto dari para pengguna setianya yang mem-publish hasil foto menggunakan ponsel tersebut. 

Strategi yang dipakai iPhone ini disebut UGC (User-generated Content). Secara sederhana strategi ini dilakukan dengan me-repost bentuk konten baik tulisan, video, foto, review, dan lainnya yang dibuat oleh seseorang seperti konsumen, pelanggan, atau bahkan followers yang sudah memiliki pengalaman secara langsung. 


UGC adalah salah satu bentuk content marketing di masa sekarang. Menurut Right Mix Marketing, saat ini banyak bisnis yang mengandalkan konten dari pengguna sebagai strategi marketing brand mereka. Kelebihan User-generated Content banyak banget lho. Coba intip lebih jauh, yuk. 

  1. Promosi Keaslian

Konsumen lebih menyukai User-generated Content karena dianggap sangat alami dan jujur apalagi ditambah dengan tulisan atau review dibanding dengan konten promosi yang dibuat brand tersebut. Hanya ada dua kemungkinan orang dapat membeli dan menilai produk, yaitu karena konsumen senang dalam pelayanan dan produk, atau terlalu kecewa dengan pengalaman kepada suatu produk. 

  1. Membangun Kepercayaan 

Menurut Hootsuite, 30% milenial tidak akan pergi ke sebuah restoran yang lokasinya tidak ada di Instagram. Tujuan utama adalah meningkatkan kepercayaan para konsumen. Mereka ingin mengetahui segala detail dari sebuah brand mulai dari produk, layanan, bahkan pengalaman orang lain.

  1. Hemat Biaya Pemasaran 

Dengan menggunakan User-generated Content, brand mendapatkan keuntungan karena menghemat biaya pemasaran. Tanpa harus mengeluarkan anggaran yang besar untuk memasang billboard atau bekerja sama dengan brand ambassador, brand sudah mendapatkan konten cuma-cuma dari konsumennya.

  1. Menuntun keputusan pembelian

Kepercayaan yang telah dikantongi konsumen akan berdampak untuk pembelian suatu produk. Setelah merasa nyaman dan percaya, konsumen akan memutuskan untuk mencoba produknya sendiri tentang pengalaman yang dibagikan di media sosial memang benar dan sesuai. 

Fitur-fitur yang ada di platform media sosial seperti Instagram selalu berinovasi. Seperti story, reels, dan highlight yang merupakan kompilasi pas untuk mengumpulkan UGC. Hal-hal itu membuat followers dapat melihat setiap saat saat membuka profil brand tersebut.

Secara garis besar, kesuksesan campaign iPhone yang menggunakan strategi User-generated Content karena secara umum orang akan lebih percaya dengan pengalaman orang lain secara langsung ketimbang dengan kata brand. Dari pada iPhone memikirkan bagaimana cara menyampaikan pesan melalui konten yang belum tentu para calon penggunanya paham, mending mereka langsung meminta para konsumen loyalnya secara aktif membagi pengalaman kepuasaan secara langsung.

Di sisi lain, iPhone juga memikirkan benefit yang didapat konsumen yang rela berbagi kepuasaan yaitu para konsumen yang aktif berbagi hasil jepretan foto untuk merasa bahwa para konsumen aktif jadi bagian komunitas Apple. Sampai sekarang, Apple masih menggunakan strategi UGC untuk model terbaru yang mereka luncurkan, lho. Keren, ya!

Ingin brandmu sekeren Apple? Yuk ngobrol sama kami! Klik di sini untuk FREE MARKETING CONSULTATION

More articles

Apa Itu Sora AI? AI Terbaru dari OpenAI yang Bisa Mengancam Video Editor

February 19, 2024

Apa Itu Sora AI? AI Terbaru dari OpenAI yang Bisa Mengancam Video Editor

February 19, 2024

Apa Itu Sora AI? AI Terbaru dari OpenAI yang Bisa Mengancam Video Editor

February 19, 2024