Bootcamp Digital Marketing Emangnya Worth It? Baca Ini!

Bootcamp Digital Marketing Emangnya Worth It? Baca Ini!

Bagi kamu yang berminat untuk career switching atau sekadar memperdalam ilmu di bidang tertentu, mungkin cara pertama yang terlintas adalah dengan mengikuti bootcamp. Saat ini, pelatihan atau bootcamp online telah banyak bermunculan dengan topik, materi, serta range harga yang beragam. Salah satu course paling terkenal adalah bootcamp digital marketing yang banyak diminati khalayak luas, mulai dari pekerja kantoran hingga fresh graduate. Hmm… emangnya bener, ikutan bootcamp semacam ini worth it?

Fenomena Menjamurnya Bootcamp Digital Marketing

Kalau kamu perhatikan, saat ini banyak bermunculan bootcamp yang iklannya kerap berseliweran di YouTube maupun Instagram. Faktanya, program semacam ini menjadi populer karena mampu menawarkan solusi bagi orang-orang untuk mempelajari dan memperoleh sertifikasi mengenai suatu bidang tanpa harus menempuh pendidikan formal.

Beberapa bootcamp digital marketing yang ada di pasaran

Terlebih dengan fenomena bonus demografi yang membuat persaingan semakin ketat ketika mencari kerja, membuat banyak orang berlomba-lomba menambah skill untuk mendapat pekerjaan. Di zaman serba digital seperti sekarang, salah satu jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan adalah digital marketer.

Digital marketing alias pemasaran digital sendiri merupakan upaya untuk mempromosikan, mengiklankan, dan menjual produk atau jasa secara online. Selain sebagai seorang digital marketer, bootcamp satu ini juga bisa diambil bagi mereka yang ingin berkarier di bidang terkait, seperti copywriter, SEO specialist, content writer, SEM specialist, content strategist, social media specialist, KOL specialist, maupun performance marketing analyst.

Lowongan yang banyak tersedia dan tawaran gaji yang menggiurkan kerap menjadi alasan mengapa bootcamp digital marketing sangat populer belakangan ini, terutama bagi para fresh graduate atau karyawan baru.

Apa sih, yang Diajarkan di Bootcamp Digital Marketing?

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan berbagai platform penyedia course maupun bootcamp digital marketing seperti RevoU, Skill Academy, hingga Rakamin Academy. Secara garis besar, materi pada bootcamp tersebut berkutat pada teori serta praktek digital marketing, di mana para peserta akan diminta membuat portofolio proyek atau mengerjakan contoh studi kasus.

Materi berupa teori yang dibawakan bisa bermacam-macam, mulai dari tren pemasaran, media sosial, marketing channels, copywriting, SEO, hingga desain. Para peserta akan dibimbing oleh mentor dan mengikuti kelas yang biasanya berlangsung hingga beberapa bulan. Pada akhir sesi, para peserta akan diminta untuk membuat portofolio atau mengerjakan studi kasus untuk membuktikan keterampilan dan pemahaman mereka sepanjang mengikuti kelas.

Portofolio yang dibuat bisa bermacam-macam, mulai dari mock-up promosi produk beserta copy-nya, unggahan di media sosial, dan lain sebagainya.

Selain ilmu-ilmu yang bersangkutan, seorang digital marketer juga dituntut untuk memiliki soft skill seperti kemampuan berpikir kritis dan analitis, melakukan problem solving, kemampuan beradaptasi, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Soft skill ini tak kalah penting untuk diasah untuk membuat seseorang terlihat menonjol dibanding pelamar lainnya.

Jadi Talent yang Dibutuhkan Pasar dan Dicari Perusahaan, Gimana Caranya?

Dalam bukunya yang berjudul Homo Deus, Yuval Noah Harari menulis bahwa kemungkinan di masa depan, sederet pekerjaan telah digantikan oleh AI alias Artificial Intelligence sehingga manusia tidak perlu lagi melakukan sebagian besar tugas yang ada.

Meski terdengar canggih, tetapi hal ini lalu menimbulkan masalah baru: akankah peran manusia sepenuhnya tergeser oleh mesin? Bagaimana cara untuk tetap bertahan di tengah ancaman gempuran teknologi di masa mendatang?

Faktanya, tidak semua hal bisa diselesaikan oleh mesin. Pada akhirnya, manusia akan selalu dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas yang bersifat kemanusiaan. Oleh karena itulah, hard skill tidak lagi menjadi satu-satunya patokan kualitas, melainkan juga soft skill terutama problem solving dan critical thinking.

Hal ini pula yang dicari perusahaan dalam sosok seorang digital marketer. Di samping kemampuan terkait teori dan praktek pemasaran digital, seorang digital marketer dituntut untuk memiliki soft skill dan attitude yang baik berupa rasa disiplin dan motivasi yang kuat dari dalam diri ketika melakukan pekerjaannya.

Hal inilah yang disadari oleh Rakamin Academy dalam melatih para pesertanya lewat bootcamp digital marketing mereka. Hari-hari pertama pada bootcamp difokuskan untuk membangun dan menentukan motivasi serta target peserta dalam mempelajari digital marketing. Sebelum mulai belajar, mereka diharuskan untuk menulis motivasi mereka kenapa ingin belajar dan berkarier di bidang digital marketing.

Baru setelahnya mereka akan menjalani pelatihan selama tujuh bulan. Bootcamp dari Rakamin Academy terdiri atas sesi intensive learning selama 12 minggu, pengerjaan final project selama 4 minggu, dan job guarantee program + project based internship selama 12 minggu.

Mau tahu lebih lanjut tentang kelas dari Rakamin Academy? Tonton aja episode podcast vosFoyer x Rakamin dan kupas tuntas dari A sampai Z tentang bootcamp digital marketing dengan klik di sini!

More articles

Rahasia Algoritma Tiktok yang Bisa Bikin FYP di Tiktok

May 16, 2024

Rahasia Algoritma Tiktok yang Bisa Bikin FYP di Tiktok

May 16, 2024

Rahasia Algoritma Tiktok yang Bisa Bikin FYP di Tiktok

May 16, 2024